Fatwa Ulama: Perlukah Menjawab Adzan Dari Rekaman?

 

Fatwa Syaikh Abdul Karim Al Khudhair

Pertanyaan:

Jika kita mendengar adzan yang berasal dari rekaman pada waktu shalat, perlukah menjawab adzan dari rekaman tersebut?

Jawaban:

Adzan yang bunyinya disalurkan melalui media perantara lain seperti adzan di Masjidil Haram yang disiarkan melalui radio, atau adzan di Masjid Jami’ Al Kabir di Riyadh yang disiarkan melalui radio Iza’atul Qur’an. Ini semua adalah adzan haqiqi yang berlaku hukum-hukum adzan terhadapnya, serta dianjurkan kepada orang yang mendengar untuk menjawabnya. Itu karena penggunaan media-media tersebut (pengeras suara atau radio) bertujuan untuk menyampaikan adzan kepada orang yang tidak dapat mendengarkan.

Adapun adzan yang berasal dari rekaman, sedangkan muadzin dalam rekaman tersebut tidak sedang adzan pada saat itu, atau ketika rekaman adzan terdengar si muadzin tersebut tidak ada atau bahkan sudah meninggal, misalnya adzan Al Minsyawi yang sekarang ini sering diputar oleh beberapa radio, padahal Al Minsyawi sendiri sudah meninggal, atau adzannya Muhammad Rif’at padahal beliau telah meninggal puluhan tahun yang lalu. Semisal itu semua tidak perlu dijawab karena tidak berlaku hukum-hukum adzan terhadapnya.

Sumber: ar.islamway.net

Penerjemah: Yulian Purnama

1 I like it
0 I don't like it