Perbedaan Air Mani, Madzi dan Wadi

Perbedaan Air Mani, Madzi dan Wadi

Beberapa diantara kita mungkin sudah mengetahui apa itu mani, tetapi apakah kita mengetahui bahwa selain mani ternyata ada 2 jenis air lainnya (yang keluar dari kemaluan) yang mirip dengan mani. Air tersebut dikenal dengan nama madzi dan wadi, antara satu dengan yang lainnya berbeda ciri dan hukumnya. Berikut ini adalah perbedaan mani, madzi dan wadi beserta hukumnya berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

Perbedaan Air Mani, Madzi dan Wadi

Mani

Mani adalah cairan putih yang kental dan lengket yang keluar dari kemaluan, baik dalam keadaan sadar (ketika berhubungan suami istri) maupun dalam keadaan tidak sadar (tidur). Mani biasanya keluar memancar dari kemaluan yang diiringi dengan rasa nikmat dan syahwat. Keluarnya mani juga dapat membuat tubuh menjadi lemas.

Mani sendiri adalah air suci yang tidak najis, tetapi keluarnya mani dari kemaluan seseorang menyebabkannya harus mandi junub (mandi besar/ mandi wajib). Jika pakaian terkena mani yang masih basah maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut, tetapi jika mani yang menempel pada pakaian telah kering maka cukup dengan mengeriknya saja.

Hal tersebut berdasarkan perkataan ummul mukminin Aisyah, beliau berkata: “Saya pernah mengerik mani yang sudah kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.” (HR. Muslim)

Madzi

Madzi adalah cairan bening yang kental dan lengket yang keluar dari kemaluan karena terangsang oleh sesuatu (syahwat). Misalnya ketika suami istri sedang bercumbu (belum berhubungan suami istri) maka madzi biasanya keluar karena rangsangan tersebut. Keluarnya madzi biasanya tidak disadari karena tidak diiringi dengan rasa nikmat seperti keluarnya mani. Madzi juga tidak keluar dengan memancar dan tidak membuat tubuh menjadi lemas.

Meskipun lebih banyak dialami oleh wanita, tetapi madzi juga dapat keluar dari kelamin laki-laki. Keluarnya madzi adalah najis dan seseorang yang mengeluarkan madzi hendaklah ia mencuci kemaluannya dan dianjurkan untuk berwudhu sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.” (HR. Bukhari Muslim)

Apabila madzi terkena tubuh maka harus membasuh bagian yang terkena madzi tersebut dan bila terkena pakaian maka cukup dengan memercikkan air pada bagian yang terkena madzi. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk seseorang yang pakaiannya terkena madzi “cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

Wadi

Wadi adalah cairan putih dan kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah buang air kecil. Seperti halnya madzi, wadi adalah cairan yang najis dan membatalkan wudhu. Karena itu seseorang yang mengeluarkan wadi harus mencuci kemaluannya dan berwudhu jika hendak sholat, bagian tubuh yang terkena wadi juga harus di basuh dengan air.

Itulah perbedaan perbedaan mani, madzi dan wadi beserta hukumnya berdasarkan Al-Qur’an dan hadits. Kami tutup artikel ini dengan firman Allah ‘azza wa jalla yang artinya, “Allah tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.” (QS. Al Ahzab: 53)

2 I like it
0 I don't like it